Sambal Ceurik, seperti namanya dapat membuat sebagian orang
mengeluarkan air mata ketika menyantapnya. Namun Ceurik (menangis) ada yang
dilekatkan pada olahan cabai merah keriting dan terasi. Selain itu, ada lagi
sambal yang namanya tak kalah unik, yaitu Sambal Dayang Sumbi yang disajikan
dengan ikan peda.
Abah Barna, pemilik Warung Bancakan menjelaskan bahwa sambal
tersebut diberi nama dayang sumbi karena dibuat setelah gorengan ikan peda
selesai dimasak. Sambal muncul belakangan seperti sangkuriang yang kesiangan
pada Legenda Gunung Tangkuban-parahu. Selain sambal ceurik dan sambal dayang
sumbi, dua sambal lainnya yang tertera dalam menu Warung Bancakan adalah sambal
hejo dan sambal oncom.
Untuk nasi, pembeli bisa memilih sangu (nasi) liwet atau
sangu yang dibungkus daun. Lalapan, sebagai hidangan khas Sunda disediakan dalam
bentuk segar maupun rebus yang dilengkapi sambal merah dan sambal hijau. Ada
pula menu Gejos Cabe Hejo, yakni cabe hijau besar yang dibuang isinya lalu
dimasak dengan api kemudian disiram kecap. Sementara, untuk sayur dan lauk
tersedia banyak pilihan yang bisa-bisa membuat pembeli bingung memilih.
Penasaran..? Sok atuh mampir.
Lihat info selengkapnya di http://www.kulinerplus.com/view/16804/mang-barna---bi-o%E2%80%99om-warung-nasi-bancakan
Sumber : http://www.infobdg.com